Sabtu, 24 Mei 2014


Memorabilia sang melodi
S.s Lazuri
Satu dua tiga ketuk
Berdendang kemewahan
Khas nan klasik
Karya musisi klasik dunia
Antonio dengan four seasonnya
mozart pada overturenya
Boccherini dengan minuetto
Hingga eine kleine cipta Mozart
Sangat membanggakan

Tapi dengarlah
Ada sesuatu yang lebih istimewa
Sederhana..
Namun sarat makna
Syairnya dibayar nyawa
Nadanya ditebus darah
Inilah Indonesia raya
Buah tangan emas
W.R Supratman
Menggetarkan setiap kenangan
Kelam di masa silam


Salam Ranting
S.s Lazuri
Angin berlalu
Membawa segenggam salam
Lewat daun dan ranting
Melanglang buana
Berkelana tak kenal lelah
Mencari sosok yang tepat
Sebagai penerima
Salam terhangat
Dari nyanyian ranting
Ketika patah
Di penghujung musim




puisi


Siluet di antara Jiwa
S.s Lazuri
Seberapa lama lagi
Menikmati masa
Waktu terlalu cepat
Meninggalkan setiap detik
Tersayat jeritan
Kesakitan yang mendalam

Terbayang masa lalu
Melintas di persimpangan
Antara jiwa dan raga
Mengingatkanku pada fakta
Bahwa  jarak antara hidup dan mati
Sangatlah tipis

Saat ini…
Kutunggu dia
Yang tak pernah ingin ditemui
Menjemputku…
Mengantarkanku
Kembali
Pada sang ilahi

Siklus analogi
S.s Lazuri
Apa yang hendak dikatakan kaktus
Ketika pelangi
Bersandar angkuh
Di atap birunya langit gersangnya pasir
Menembus dimensi metafora

Apa yang hendak dikatakan senja
Ketika matahari
Takan lagi terbenam

Apa yang dikatakan Kristal
Ketika kilaunya
Hilang ditelan keserakahan

Apa yang hendak dikatakan wanita
Ketika kemuliaanya direnggut nafsu
Berbingkai cinta

Apa yang hendak dikatakan  dunia
Ketika permatanya
Tak lagi berharga
 

(c)2009 Our Hazel. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger